Bacajuga : Didiklah Anakmu dengan Agama Bukan dengan Uang Agar ia Menjadi Anak yang Begini Pertanyaan: Perbuatan bid’ah dan syirik disebabkan kurangnya ilmu agama yang dimiliki dan selalu merasa paling benar dan tidak jarang jika permintaannya tidak diikuti sering berburuk sangka, berghibah, menyumpah- nyumpahi serta mendoakan jelek danpengalaman peserta didik tentang agama Islam, sehingga 5 Moh. Roqib. Ilmu Pendidikan Islam. (Yogyakarta: LKiS, 2009), hal. 15 6 Ramaliyus, Ilmu Pendidikan Islam. (Jakarta: Kalam Mulia, 2010), hal.132 Artinya : "Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara, mencintai Nabimu, Mencintai Keluarganya dan Membaca Al-Qur’an". GMBStore adalah marketplace Toko Pendidikan dari GMB-Indonesia yang menyediakan berbagai macam kebutuhan siswa dan sekolah, mulai dari buku, seragam, alat peraga, teknologi hingga sarana dan prasana sekolah. RasulullahSAW bersabda, “Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang mulia.” (HR. Ibnu Majah). Rasulullah SAW sangat perhatian Karenaitu, ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus terus-menerus dilakukan. Dukungan semua pihak diperlukan agar bangsa Indonesia yang besar dan multikultural ini terus beranjak maju menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhai Tuhan. Sahabat Ali bin Abi Thalib RA mengatakan, "Didiklah anak-anakmu sesuai dengan dandua agama serumpunnya.9 Dalam agama Zoroaster manusia tidak dipaksa oleh Tuhan, tetapi mereka bebas dan sukarela menerima peran (free will and free act). Ternyata faham ini mempengaruhi dalam ilmu kalam Islam, karena dimasa itu umat Islam telah banyak memiliki kontak dengan pemikiran dengan agama lain dan dengan budaya Yunani maupun Persi.10 Jangansampai meninggalkan generasi yang lemah ilmu, agama dan akhlaknya. Jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah ilmu, agama dan akhlaknya. REPUBLIKA.ID; REPUBLIKA TV; GERAI; IHRAM; REPJABAR; REPJOGJA; RETIZEN; BUKU REPUBLIKA; REPUBLIKA NETWORK; Thursday, 22 Zulhijjah 1443 / 21 July 2022 2 Abdar. Arti dari nama Abdar adalah kepribadian yang baik. Pria ini cepat dalam mengerjakan apapun yang ditekuninya, selalu mencari solusi yang mudah, dan kaya. 3. Abdullah. Nama ini memiliki Peranpendidikan agama khususnya pendidikan agama Islam sangatlah strategis dalam mewujudkan pembentukan karakter siswa. karena dengan ilmu tersebut akan diperoleh pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan jiwa; bagaimana cara memperolehnya dan bagaiman membersihkan jiwa yang telah kotor. “ajarilah anak-anakmu kebaikan, dan Didiklah anak-anakmu dengan ilmu agama di pondok. Agar menjadi putra-putri yang shalih dan shalihah, birrul walidayn yang sudi mendo’akan orang tuanya setelah mati.” Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya. Artikel Terkait Nasihat Ibu Nyai Hj. Durrotun Nafisah Alh. Nasihat Ibu Nyai Hj h14qpS7. Oleh Ahmad Supardi *Sabda Rasulullah SAW "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian". Artinya, ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa hadist tersebut, sudah sangat jelas bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini serba berubah. Sesuatu yang hari ini istimewa, tapi pada 10 atau 20 tahun mendatang bisa jadi hanya hal yang biasa-biasa saja. Sesuatu yang hari ini mustahil, bisa jadi pada 10 atau 20 tahun mendatang adalah hal yang sangat mudah tahun 1981 atau sekitar 35 tahun lalu, tamatan SMA/ MA sederajat sangat dicari- cari untuk diusulkan jadi pegawai negeri sipil PNS, tapi sekarang atau sejak 5 tahun terakhir, jenjang SMA sama sekali tidak masuk dalam kategori penerimaan pegawai, kecuali honorer. Kondisi tersebut terus berubah, bahkan saat ini tamatan S1 atau S2 sudah tidak terlalu istimewa lagi, apalagi dimasa depan. Fenomena itu menggambarkan kemajuan zaman yang terus berubah. Karena itu, agar para guru, para orang tua terus mengembangkan pengetahuannya dalam Ilmu Pengetahuan, dan mengajarkan anak- anak sesuai dengan kepentingan masa yang akan datang, bukan masa kini apalagi masa lalu. Ketika zaman berubah tentu tantangannyapun berubah, baik itu tantangan untuk bertahan hidup, tantangan dalam pergaulan, tantangan dalam menuntut ilmu serta tantangan-tantangan lainnya. Perubahan zaman inipun berdampak pada perubahan cara kita mendidik dan berkomunikasi dengan di masa sekolah dahulu telah berubah. Dari mulai masa-masa berburu, dimana manusia bertahan hidup dengan cara cara berburuh, kemudian berkembang dengan mulai bercocok tanam, kemudian berkembang lagi dengan mulai pandai mengelolah hasil cocok tanam/ perkembangan zaman, berbagai macam teknologi mulai berkembang, seperti ditemukannya mesin dan sekarang masuk masa informasi. Jadi dapat kita lihat, orang yang paling sukses adalah mereka yang paling cepat menguasai informasi hal ini ditandai dengan serba mudahnya kita mendapatkan akses untuk sebuah informasi melalui teknologi orang bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, karena pada dasarnya manusia dianuegerahi kecerdasan, ada jutaan sel didalam kepala manusia untuk menopang itu. Bedanya adalah kesungguhan manusia untuk menggunakan otak, padahal semakin sering digunakan maka semakin pintar seseorang, tapi sebaliknya, semakin jarang otak digunakan maka otak akan semakin ilmu pengetahuan itu ada dalam Islam. Itu dijelaskan dalam banyak ayat dan hadist. Bahkan Allah akan meninggikan orang- orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat, dan sumber kebahagian dunia dan akhirat adalah dengan ilmu itu, kondisi tersebut menjadi 'PR' bagi guru dan orang tua dalam mempersiapkan anak- anak agar siap menghadapi tuntutan zamannya. Sehingga anak menjadi anak yang bermanfaat serta berdaya guna serta jadi amal kebaikan orang tua 2013 berusaha menyesuaikan dengan kondisi dinamis pendidikan, dimana didalamnya tidak hanya menekankan siswa untuk belajar ilmu-ilmu umum, tetap juga agama, etitut dan lainnya sesuai dengan kebutuhan saat ini dan akan datang. Untuk itu, guru dan orang tua sangat berperan dalam membawa masa depan anak. Untuk itu, orangtua dan guru dapat berperan aktif dalam pendidikan anak- anak nya, sehingga tumbuh dan kembang sesuai yang dibutuhkan zaman dengan tidak lepas dari kontrol agama. * Kakanwil Kemenag Provinsi Riau sumber Oleh Stefanus Widananta Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan Efesus 6;4 Mendidik anak adalah salah satu tugas dari orang tua, namun sayangnya banyak orang tua yang lebih mementingkan pendidikan intelektual daripada spiritual. Orang tua lebih takut dan kuatir kalau anaknya tidak pintar secara intelektual dan miskin secara materi, daripada tidak memiliki iman yang baik dan bertumbuh. Anak bagaikan kertas kosong ketika mereka dilahirkan, jika kita mendidik dengan warna yang salah, maka mereka akan terbentuk dengan warna yang salah juga. Ketika kita mendidik mereka untuk takut kepada Tuhan, maka didikan itu mendatangkan hikmat. Firman Tuhan mengingatkan kita agar mendidik anak-anak kita di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Bangsa Israel melakukan pendidikan kepada anak-anaknya untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan, secara berulang-ulang dan membicarakan kebenaran firman Tuhan dengan anak-anak mereka, ketika mereka duduk di rumah, ketika mereka sedang dalam perjalanan, ketika berbaring dan ketika mereka bangun. Orang Israel menganggap perintah itu sebagai “syema”, suatu perintah penting yang harus sungguh-sungguh diperhatikan. Bagi orang Israel, pendidikan rohani merupakan bagian integral dari perjanjian antara Allah dan umat-Nya. Syema ini menjadi cara bagi orang tua unyuk mendidik anak-anaknya. Salomo mengatakan, “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu dan mendatangkan sukacita kepadamu”. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya. Tuhan Yesus memberkati. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka” [Surah at-Tahrim 6] Allah swt memberi peringatan dengan jelas kepada orang-orang beriman agar memelihara diri mereka dan keluarga dengan membimbing ke arah kebaikan dan ketakwaan kepada Allah swt. Ibu bapa adalah cerminan masa depan anak-anak. Diriwayatkan daripada Sayidina Abu Hurairah bahawa Nabi saw bersabda مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أو يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ “Tidaklah dilahirkan seorang anak itu melainkan dia lahir dalam keadaan fitrah. Maka kedua ibubapanyalah yang menjadikannya beragama yahudi atau menjadikannya beragama nasrani atau menjadikannya beragama majusi” HR Muslim Imam Ibnu Hajar al-Haitami ada menyebutkan “Jika ibu bapa bertakwa kepada Allah swt, nescaya Allah swt akan mengurniakan kebaikan dan mempermudahkan segala urusan zuriat mereka dengan memberi keberkatan serta petunjuk dalam kehidupan zuriat-zuriatnya. Namun sebaliknya, jika ibu bapa mereka tidak melaksanakan perintah Allah dan melanggar larangan Allah, nescaya anak-anak mereka akan berkelakuan sebagaimana kelakuan ibu bapa mereka” Lihat al-Zawajir an aI-iqtiraf al-Kaba’ir Ini menunjukkan dalam mendidik anak-anak ibu bapa perlu menunjukkan tauladan yang baik dengan mematuhi segala ajaran agama dan ini sudah tentu akan mempengaruhi anak-anak dalam proses pendidikan tersebut. Kekurangan bimbingan agama dan ketiadaan contoh tauladan dari ibu bapa boleh mempengaruhi akhlak anak-anak. Walaubagaimanapun setelah ada usaha bimbingan dari ibu bapa tetapi anak-anak masih berkelakuan tidak baik maka ia merupakan ujian terhadap ibu bapa atau Allah swt ingin memberi kebaikan dan ganjaran pahala kepada mereka. Menjadi tanggungjawab ibu bapa untuk menyelamatkan ahli keluarga daripada azab sengsara neraka dengan mengajar dan mendidik mereka agar patuh kepada ajaran agama Berminat menulis berkaitan Islam? Hantarkan artikel anda di sini