thanksfor supporting us by ur subscribe to this channel Apakahupacara pedang pora hanya untuk perwira, wo pedang pora, pengalaman menikah pedang pora, biaya sangkur pora tni ad, biaya pernikahan . Mereka pun disambut dengan prosesi pedang pora atau kadga pora sebagai. Pedang pora pama upacara tni ad souvenir pernikahan. Untuk konsultasi, survei lokasi dan negosiasi harga hubungi ; Beli pedang pora Resepsipernikahan Pedang Pora Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.Yogyakarta 14-16 Juli 2016Please support us by clicking subscribe!Daily activities follow @ SERAMBINEWSCOM - Bak seorang perwira TNI-Polri yang menggelar prosesi pedang pora, Hansip Sabel yang merupakan teman SD Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi juga menggelar prosesi serupa di acara pernikahannya.. Diketahui, Hansip Sabel kini telah resmi menikah dengan janda desa bernama Yani. Pernikahan itu digelar secara meriah di Padepokan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Rawalele, Kec. Dilaksanakandalam Prosesi Pernikahan Prajurit Pria. Upacara Pedang Pora dilaksanakan bagi prajurit pria aktif yang melangsungkan pernikahan. Prajurit tersebut merupakan bagian dari Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Uniknya, Pedang Pora hanya berlaku bagi prajurit laki-laki saja, dan BiayaPerlengkapan; Paket Wedding Ungaran Salatiga Ambarawa; Catering. Simulasi 600 Tamu; Simulasi 800 Tamu diganti dengan tangan yang lurus ke atas seperti pedang pora pada umumnya.Namun Hasta pora ini tidak ada dalam upacara pernikahan bintara Polri. Pedang pora adalah salah satu prosesi khusus dalam pernikahan yang dilakukan oleh seorang TradisiPernikahan Militer "Pedang Pora". Berjalan bergandengan tangan, bak pasangan Pangeran William dan Kate Middleton, Letda Kes Dian Para Indrawan, S.Pd., dengan Izzati Mulia Fardani, SE., dua mempelai agung, berjalan ditengah-tengah pasukan Gordon Pedang Pora yang keduanya telah resmi dinyatakan sebagai pasangan suami istri (nikah KALAMANTHANA Tamiang Layang - Dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat maka institusi Kepolisian membentuk dan meresmikan Polisi Sub Sektor (Polsubsektor) Selainmengusung berbagai adat, di momen sakral yang diharapkan sekali seumur hidup ini juga diadakan upacara pedang pora. Beberapa waktu lalu, Annisa Pohan yang menikah dengan perwira TNI AD, Agus Yudhoyono mengunggah kenangan pernikahan mereka. Annisa mengungkapkan bahwa prosesi pedang pora memiliki makna yang mendalam bagi pasangan pengantin. upacarapedang pora? - liputan6. com, jakarta happiness sedang dirasakan oleh sukacita. wanita yang lahir pada tahun 1980 secara resmi dibuat dengan petugas tni, cahyo permono, pada hari sabtu (9/25/2021). Meskipun menikah september lalu, paangan ini hanya dapat mengadakan resepsi pada hari minggu (10/31/2021). Acara khusus diadakan di gedung balai sudirman, area tebet, jakarta selatan. s5IpIIR. Prosesi yang wajib ada di upacara nikahan perwira Menikah dengan seorang perwira, baik TNI maupun polisi, merupakan mimpi bagi sebagian orang. Nggak hanya rasa bangga saat nanti melalui biduk rumah tangga bersama pria berseragam ini, tapi juga merasa spesial saat hari H pernikahan. Apalagi kalau bukan merasa spesial karena prosesi pedang pora yang megah dan bakal jadi pusat perhatian? Tapi ternyata nggak hanya pedang pora aja lo prosesi yang wajib ada di upacara pernikahan seorang perwira. Pedang pora hanya pembuka, satu di antara empat prosesi yang ada. Buatmu yang nanti akan bersanding dengan seorang perwira, yuk cari tahu 3 prosesi selain pedang pora ini. Biar nggak kaget saat hari H nanti!1. Setelah berjalan di Gapura Pedang atau Pedang Pora, kedua mempelai akan menerima penghormatan di prosesi Gapura KehormatanSelepas prosesi Pedang Pora atau berjalan di gapura pedang, prosesi pernikahan seorang perwira belum selesai. Masih ada 3 rangkaian prosesi yang harus dijalani. Nah prosesi yang selanjutnya adalah Gapura Kehormatan. Berbeda dengan seperti Pedang Pora yang menjalan di bawah gapura dari pedang, pada prosesi ini kedua mempelai cukup berdiri di tengah para rekan sejawat atau junior mempelai laki-laki yang saling bergandengan. Posisinya pun tidak berdiri. Rekan-rekan dari mempelai laki-laki ini diwajibkan setengah berjongkok sambil memberikan makna dari prosesi Gapura Penghormatan ini adalah untuk memberikan penghormatan kepada mempelai dalam mengarungi rumah tangga serta sebagai lambang solidaritas dan persaudaraan antar Selanjutnya adalah prosesi Payung Pura. Biasanya prosesi ini dilakukan setelah mempelai laki-laki memberikan laporan ke inspektur upacara pernikahanProsesi ketiga adalah Payung Pura. Hampir sama seperti Pedang Pora, prosesi Payung Pura ini juga menggunakan pedang sebagai propertinya. Hanya saja kedua mempelai tidak berjalan menuju pelaminan. Kali ini mempelai cukup berdiri bersisian, sambil dikelilingi para rekan sejawat biasanya berjumlah 12 orang yang menjulangkan pedang membentuk payung yang menaungi kedua dari prosesi Payung Pura ini pun berbeda dari prosesi yang sebelumnya. Yaitu para rekan sejawat memohon perlindungan dan berdoa agar kedua mempelai mampu menghadapi segala rintangan kehidupan yang telah Prosesi yang terakhir adalah Ikrar Wirasatya. Ini adalah momen di mana kedua mempelai saling mengucap janji setya di hadapan rekan sesama perwira dan inspektur upacara pernikahanMengucap Ikrar Wirasatya di hadapan inspektur upacara via Prosesi satu ini memang sudah banyak ditinggalkan. Kalau pun ada biasanya ikrar ini dibacakan oleh pembawa acara saat pernikahan. Namun aslinya ikrar ini diucapkan kedua mempelai di prosesi Ikrar Wirasatya. Ikrar Wirasatya ini terdiri dari 2 janji. Yang pertama merupakan janji mempelai laki-laki untuk selalu bertanggungjawab sebagai kepala rumah tangga. Sedangkan ikrar yang kedua merupakan janji mempelai perempuan. Isinya kurang lebih tentang janji untuk memberikan dukungan pada suami demi suksesnya tugas dan kewajiban mengabdi untuk udah tahu kan, prosesi apa aja yang wajib ada di setiap upacara pernikahan seorang perwira? Biasanya sih perwira TNI ya, baik angkatan laut, darat atau pun udara, ketiga prosesi ini wajib ada. Gimana, jadi makin nggak sabar kan untuk segera menuju hari-H bersama sang perwira tercinta. Atau saat ini kamu malah lagi memantaskan diri untuk bisa bersanding dengan laki-laki berseragam?Apapun itu, yang penting kamu udah tahu dulu soal prosesi di upacara pernikahan dengan pria berseragam ini. Biar nggak kaget pas nanti diminta latihan bareng calon suami~ Tim Dalam Artikel Ini Penulis Not that millennial in digital era. Pernikahan Pedang Pora – Untuk kalian yang pernah menghadiri pernikahan dari seorang prajurit militer tentu akan paham jika pernikahan tersebut identik dengan upacara pedang pora. Kegiatan tersebut tidak hanya sebuah tradisi melainkan memiliki makna yang penting untuk prajurit militer yang sedang militer yang melakukan Pernikahan Pedang Pora biasanya Perwira yang berasal dari Akademi Angkatan Udara AAU, Akademi Militer Akmil, Akademi Kepolisian Akpol, Akademi Angkatan Laut AAL, Sekolah Perwira Wajib Militer Sepawamil, Ikatan Dinas Pendek IDP serta Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Indonesia PK.Pernikahan Pedang Pora Terbaru, Picture by pedang pora tadi hanya dilakukan sekali saja. Sehingga dalam kondisi sang prajurit menduda dan melangsungkan pernikahan lagi maka tidak perlu melakukan upacara tersebut dan bisa dirasakan dengan acara resepsi seperti Upacara Pedang PoraMakna Upacara Pedang PoraSyarat Untuk Upacara Pedang PoraBiaya Upacara Pedang Pora12 Tata Cara Upacara Pedang PoraSejarah Upacara Pedang PoraUpacara pedang pora adalah tradisi militer yang dilakukan turun-temurun di Indonesia. Waktu yang biasa dilakukan untuk menyelenggarakan upacara ini pada saat pesta pernikahan prajurit militer. Pedang pora berasal dari “pedang pura” ataupun “gapura pedang”.Seorang prajurit militer yang akan melepas masa lajang dengan cara menikah akan beriringan bersama hunusan pedang yang nantinya akan membentuk gapura. Hal itu dilakukan oleh rekan-rekan ataupun adik seangkatan, sehingga pengantin tersebut akan berjalan bersama sembari melewati gapura tersebut untuk menuju ini dilaksanakan untuk simbol solidaritas serta persaudaraan diantara prajurit militer. Pernikahan Pedang Pora ini juga sebagai tanda bahwa pasangan prajurit tadi sudah diterima oleh keluarga besar militer. Hal ini karena pasangan prajurit akan masuk dan bergabung dalam persatuan istri tentara Persit. Untuk pelaksanaan upacara tersebut hanya berlangsung sekali dari pada seluruh rangkaian pernikahan sang anggota Upacara Pedang PoraUpacara ini tidak hanya menghadirkan suasana yang sakral, namun upacara ini juga memiliki makna yang tentunya sangat mendalam untuk pasangan pengantin. Dua pasukan yang membentuk gapura untuk dilewati pengantin memiliki artian jika keduanya sudah suap untuk masuk ke kehidupan rumah terhunus memiliki makna bahwa jiwa ksatria keduanya siap menghadapi beragam rintangan yang akan dihadapi dalam kehidupan. Disaat sang pengantin melewati gapura tersebut merupakan sebuah cermin supaya keduanya bisa bergandengan tangan untuk menghadapi dan mengatasi semua Pernikahan Pedang Pora, Picture by dalam bentuk Payung Pora dalam acara Pernikahan Pedang Pora yaitu Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi keduanya untuk menghadapi beragam rintangan. Makna lainnya yaitu dalam menghadapi rintangan tersebut harus senantiasa meminta perlindungan dan petunjuk hanya Untuk Upacara Pedang PoraPerlu kalian ketahui jika prosesi pernikahan tentara mempunyai banyak prosedur serta tanggung jawab yang harus dihadapi jika menjadi seorang pasangan nantinya. Adapun beberapa dokumen persyaratan yang harus disiapkan untuk melaksanakan upacara pedang pora pada saat izin menikah serta 10 lembar salinan lengkap beserta tanda tangan atasan pada masing-masing satuan sebagai contoh Komandan Batalyon Danyon.Surat pernyataan kesanggupan bagi calon pengantin wanita dengan tanda tangan pernyataan untuk persetujuan pihak orang tua ataupun wali calon istri dengan tanda keterangan belum menikah serta keterangan mengetahui dari pemerintah desa serta Kantor Urusan Agama KUA.Surat keterangan menetap dari kedua orang tua baik pihak istri dan bentuk sampul D, untuk mengurusnya di Kodim Komando Distrik Militer serta Koramil Komando Rayon Militer pada wilayah domisili calon istri. Untuk tujuannya yaitu Komandan Kodim, Perwira Seksi Intelijen Pasi Intel, Perwira Seksi Teritorial PasiTer serta Komandan Rayon Militer Danramil.Dokumen N 1, merupakan dokumen berisikan keterangan akan menikah dengan tanda tangan orang tua serta calon pengantin N 2, merupakan pernyataan tentang asal usul dari calon pengantin wanita serta orang N 4, surat keterangan mengenai calon pengantin wanitaSurat pernyataan calon istri dan calon Keterangan Catatan Kepolisian SKCK dari calon pengantin wanita serta orang dari calon pengantin kelahiran calon suami serta calon istriFotokopi KTP dari calon pengantin wanita serta orang foto berukuran 6×9 untuk pria dengan menggunakan Pakaian Dinas Harian PDH serta Persit tanpa menggunakan lenca dengan background biru sebanyak 12 foto ukuran 4×6 untuk calon pengantin wanita dengan menggunakan pakaian Persit berjumlah lima Pernikahan Pedang Pora, Picture by beberapa dokumen yang harus dipersiapkan untuk bisa menyelenggarakan Pernikahan Pedang Pora bagi calon pasangan prajurit TNI. Pembuatan beragam surat-surat ataupun pernyataan haruslah diketahui oleh aparat desa setempat. Hal ini bertujuan agar dokumen tersebut sah dan tidak terjadi penyalahgunaan Upacara Pedang PoraPesta pernikahan tentu saja memerlukan biaya yang tergolong tidak sedikit, hal ini juga terjadi jika kalian ingin mengadakan resepsi dengan upacara pedang pora. Untuk biaya pernikahan sesuai dengan besaran biaya yang sudah ditentukan sebelumnya oleh calon pengantin. Upacara pedang poranya juga disesuaikan dengan pangkat dari sang tata cara penyelenggaraan Pernikahan Pedang Pora tentunya harus mengikuti beragam aturan yang ditetapkan sebelumnya. Orang tua mempelai bisa ikut dalam upacara tersebut, namun jika tidak ingin ikut serta juga tidak menjadi Tata Cara Upacara Pedang PoraPenyelenggaraan tradisi pedang pora mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Orang tua mempelai dapat ikut serta, atau jika memilih tidak ikut serta pun tidak masalah, untuk tata cara pelaksanaannya akan sedikit mengalami perbedaanOrang tua tidak ikutJika orang tua tidak ikut serta dalam upacara ini maka ada 12 tahapan pelaksanaan yang akan dilangsungkan pada upacara pedang pedang pora adalah sebagai berikut yang bertugas memasuki tempat upacaraPengantin dan orang tua memasuki tempat untuk pelaksanaan upacaraInspektur upacara masuk ke dalam tempat upacaraLaporan komandan pasukan kepada inspektur upacaraMempelai masuk ke dalam gapura pedang poraPernyataan dari inspektur upacaraPemberian tanda kehormatan untuk mempelaiPengantin menuju ke pelaminan dengan iringan inspektur upacaraKomandan pasukan melapor kepada inspektur upacaraInspektur upacara lalu meninggalkan tempat upacaraSesi foto bagi pasukan pedang pora serta mempelaiUpacara pedang pora selesaiOrang tua IkutUntuk orang tua yang ikut dalam upacara Pernikahan Pedang Pora maka yang memasuki tempat upacara tidak orang tua saja melainkan juga keluarga inti bersama dengan mempelai. Setelah inspektur upacara melakukan pemberian tanda kehormatan untuk mempelai maka prosesi selanjutnya yaitu mengantar mempelai ke Pedang Pora, Picture by mengantar ke pelaminan yang ikut serta yaitu inspektur upacara, orang tua beserta keluarga inti dan juga pasukan pedang pora. Untuk langkah selanjutnya yaitu berlangsung seperti tata cara tanpa melibatkan orang tua yang sudah disebutkan sebelumnya. Semoga informasi diatas sangat berguna terutama bagi kalian yang akan melangsungkan upacara pedang pora. Pedang Pora, Tradisi Pernikahan Perwira yang Unik dengan Sarat Makna By WeddingMarket 17 Jan 2020 Viewers 6218 Menikah dengan Perwira mempunyai keunikan tersendiri di acara pernikahannya. Ada upacara pedang pora yang membuat pesta pernikahan terlihat berbeda dengan biasanya. Pedang pora sedniri berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang memang menjadi tradisi pernikahan bagi perwira militer sebagai tanda melepas masa lajangnya. Upacara ini diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk dari hunusan pedang rekan-rekan sang perwira atau adik angkatan mempelai itu, Tradisi pernikahan Perwira ini mempunyai simbol Pedang Pora sendiri pun melambangkan solidaritas, persaudaraan, permohonan perlindungan pada Tuhan untuk angkatan bersenjata. Sedangkan Pedang Pora yang membentuk gapura ketika dilewati oleh kedua mempelai mengartikan kalau telah dimasukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang Pora ini pun tidak hanya dilakukan untuk lulusan Akmil, tetapi juga anggota AAU, AAL, Akpol, serta seluruh perwira pria baik itu Sepawamil, IDP, Semapa PK, dan Secapa Reguler. Singkat kata, upacara Pedang Pora hanya boleh dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer maupun Kepolisian, TNI, ABRI, AD, AL, ataupun upacara pedang pora ini hanya boleh dilakukan sekali seumur hidup. Dalam artian jika telah menjadi duda dan menikah lagi maka tidak akan dilakukan upacara Pedang Pora. Satu hal lagi nih, upacara Pedang Pora pun tidak dilakukan di pernikahan perwira wanita, kecuali jika perwira wanita itu menikah dengan perwira halnya lagi dengan Bintara dan Tamtama. Di hari pernikahan mereka tidak ada upacara Pedang Pora. Namun mereka tetap melakukan suatu prosesi mirip Pedang Pora yang diberi nama Hasta Pora. Acara tersebut dimaksudkan untuk menghormati rekan mereka yang melepas masa lajangnya. Pada Hasta Pora ini gapura dibentuk oleh tangan yang menunjuk lurus ke atas menyerupai Pedang Pora pada Pedang PoraProsesi Pedang Pora ini diawali dengan formasi baris saling berhadapan Pasukan Pedang Pora yang terdiri atas 12 orang berseragam lengkap. Kemudian Komandan Regu melapor pada mempelai yang sebelumnya harus siap di tempat prosesi ini berlangsung. Ketika sang Komandan Regu melaporkan bahwa Pedang Pora telah siap pada pengantin, maka para anggota pasukan pun dengan serempak menghunus pedang membentuk pengantin pun mulai berjalan melewati gapura dari pedang-pedang tersebut. Dan di bawah gapura Pedang Pora itulah dilangsungkan penyematan cincin pernikahan serta penyerahan seperangkat pakaian seragam Persatuan Istri Tentara Persit pada pengantin Komandan Regu menyerukan aba-aba Tegak Pedang dan pembacaan puisi. Kemudian, sang pengantin dipersilahkan menuju ke dan Makna Upacara Pedang PoraTradisi Pernikahan Perwira ini yaitu tradisi upacara penyambutan sang istri yang sudah diterima sebagai bagian dari hidup seorang perwira dan dalam setiap gerakannya mempunyai makna Pedang Pora yang sudah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer ini pun melambangkan solidaritas, persaudaraan, dan permohohan perlindungan pada Tuhan. Jajaran pedang dalam upacara Pedang Pora yang membentuk gapura ini menggambarkan kedua pengantin memasuki gerbang kehidupan yang Pora, menyiratkan sebuah renungan mendalam mengenai hakikat kehidupan seorang perwira yang dalam suka maupun duka akan melibatkan sang istri. Pedang yang terhunus membentuk gapura melambangkan dengan bersikap dan berjiwa ksatria maka kedua mempelai akan selalu siap mengatasi segala rintangan dan menerobos semua hambatan yang ditemui di pernikahan mereka kelak. Sedangkan posisi dua shaf yang berhadapan merupakan simbol gerbang kehidupan baru yang akan dimasuki ketika kedua pengantin melewati gapura pedang menjadi cerminan doa agar keduanya mampu bergandengan tangan mengatasi semua rintangan. Sedangkan formasi Berbanjar menjadi lambang rasa gembira para junior atas kebahagiaan kakak angkatannya sekaligus menyatakan loyalitas mereka atas prosesi tradisi pernikahan Perwira pernikahan Perwira yang sarat akan makna ini tentunya tidak hanya ditemui pada Upacara Pedang Pora. Setiap daerah dan kelompok tertentu pastinya memiliki prosesi pernikahan yang sarat akan makna. Walaupun prosesinya berbeda-beda, namun tetap memiliki satu makna yaitu mendoakan kebaikan untuk sang Hipwee, Alienco Photo, 165 Wedding Expo Kunjungi WeddingMarket Festival Gratis! Menangkan Berbagai Hadiah Menarik