Teratogen pada Masa Kehamilan Oleh Afini Faza, 1106064442 Teratogen adalah agen eksogenus yang dapat menggangu perkembangan fetus dalam rahim. Teratogen dapat mengakibatkan terjadinya malformasi kongenital, gangguan pertumbuhan, dan perubahan tingkah laku pada neonatus, bahkan jika paparan terjadi secara masif dapat menyebabkan keguguran.1 Dari Ada beberapa jenis virus hepatitis, termasuk hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Jika tidak tertangani dengan baik, hepatitis saat hamil bisa menyebabkan penyakit parah, kerusakan hati, bahkan kematian. Ibu juga bisa menyebarkan virus ke bayinya. Hepatitis B dan C adalah jenis hepatitis yang paling umum terjadi selama kehamilan. Pada bayi, infeksi rubella kongenital dapat menyebabkan mikrosefali, hepatosplenomegali, limfadenopati, trombositopenia, dan kelainan penglihatan. Konfirmasi diagnosis rubella kongenital kemudian dilakukan melalui pemeriksaan serologi atau virologi dengan pengukuran antibodi terhadap virus rubella dari sampel ibu dan bayi. [1,4] Hingga kini memperkenalkan diri kepada setiap ibu hamil yang ada. Ia ingin agar setiap ibu hamil merasa nyaman dan mengenalnya dengan baik. Ia memberi kesempatan kepada setiap ibu hamil yang ingin berkonsultasi kapanpun. 1. Pada kasus di atas, Bd. Dena telah mengembangkan model asuhan . a. Partnership b. Hospitalization 40 YULIZAWATI, et al. c 4. Iritasi mata. Gangguan debu dan polusi udara bisa menyebabkan gangguan iritasi pada mata. Namun ibu hamil yang terinfeksi rubella, biasanya mengalami iritasi yang berlangsung selama lebih dari 3 hari. 5. Nyeri Sendi. Ilustrasi ibu hamil sedang mengalami nyeri. Penyakit rubella atau yang dikenal juga dengan sebutan campak jerman, disebabkan oleh virus rubella. Bila diidap oleh ibu hamil, virus ini dapat memberi dampak buruk pada janin yaitu mengganggu perkembangan janin bahkan membahayakan nyawa janin. Gejala rubella pada ibu hamil antara lain demam, ruam pada kulit, batuk, nyeri sendi dan sakit kepala. Sebelum vaksin rubella tersedia pada tahun 1969 epidemi rubella terjadi 6-9 tahun, anak-anak dengan usia 5-9 tahun menjadi korban utama dan muncul banyak kasus rubella bawaan. Sekarang, dengan adanya program imunisasi pada anak-anak dan remaja usia dini hanya muncul sedikit kasus rubella bawaan. Pada digit ke-2 ini, contoh kasus menunjukan kode 6 yang menunjukan rawat inap . kebidanan. Ibu hamil berusia <16 tahun . Z35.8. Kontrol kehamilan risiko tinggi lainnya . Z36.0. Dampak fatal bagi Ibu hamil yang terkena virus Measle Rubella (MR), akan melahirkan anak yang mengalami CRS, dengan keadaan sebagai berikut, barat badan rendah, buta, bocor jantung, tuli, RUBELLA. Penyakit ini, orang sering menyebutnya dengan Campak Jerman. Pada kasus Rubella, ibu hamil tidak mengalami keguguran atau bayinya meninggal saat lahir, tetapi yang sering terjadi adalah bayi yang dilahirkan mengalami glukoma atau kebutaan, kerusakan pada otak atau pengapuran pada otak, bibir sumbing, tunarungu atau sulit bicara. CMV GmjlHzL.