ContohLarutan Elektrolit Kuat, Lemah dan Non Elektrolit. 2. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik sedangkan larutan non elektrolit tidak? Kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan listrik menunjukkan adanya ion-ion bermuatan listrik yang dapat bergerak bebas di dalam larutan. Sedangkan larutan non elektrolit tidak elektrolitkuat benar-benar memisahkan atau mengionisasi dalam larutan, sedangkan elektrolit lemah sebagian memisahkan atau ionisasi. elektrolit kuat menghantarkan listrik yang sangat efisien karena sejumlah besar ion dalam medium, namun elektrolit lemah menghantarkan arus hanya kecil. Larutan Elektrolit. Nahhgimana kalau di gardu induk ? itu arusnya sangat tinggi hampir mendekati 1 kilo A. nahh kalo arus tinggi itu masuk ke peralatan pengukuran/metering, nanti akan meledakan peralatan tersebut. Meledak sama aja kan artinya dengan merusak. Nahh itu akan merusak peralatan arus lemah tersebut. Adayang lemah dengan satuan mikroAmpere hingga yang sangat kuat sampai berkilo-kiloAmpere. Sebenarnya, apa sih kuat arus itu dan bagaimana cara perhitungannya? Di artikel kali ini, kamu akan mengetahui seperti apa rumus kuat arus dan tentu saja dimulai dengan memahami pengertiannya terlebih dahulu. Kualifikasi Pendidikan Lulusan S1, D4/D3 Jurusan teknik Elektro arus kuat atau arus lemah IPK min 3,00 Minimal Pengalaman 1 tahun Usia maksimal 27 tahun 26 hari yang lalu dalam Lihat lowongan. Laporkan. Officer - mechanical electric. Summarecon Agung Dki Jakarta. Larutanelektrolit dibagi dua, yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Dengan melakukan pengujian dengan arus listrik dan menggunakan alat voltmeter untuk mengukur tegangan listik yang dimiliki, maka pada percobaan ini dapat diketahui beberapa contoh larutan elektrolit yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari hari. Kerja Teknik-listrik-arus-kuat Cari di antara 27.000+ lowongan kerja terbaru di Indonesia dan di luar negeri Gaji yang layak Pekerjaan penuh waktu, sementara dan paruh waktu Cepat & Gratis Pemberi kerja terbaik Kerja: Teknik-listrik-arus-kuat - dapat ditemukan dengan mudah! Dimana muatan 1 elektron = -1,6021 x 10-19 coulomb, dan. 1 coulomb = -6,24 x 1018 elektron. Dari uraian diatas sehingga dapat disimpulkan bahwa Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Larutanelektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. ciri-ciri larutan elektrolit adalah menyebabkan nyala lampu dan menimbulkan gelembung gas pada elektroda alat uji daya hantar listrik. Larutan elektrolit dibedakan menjadi dua jenis, yaitu elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Apabilakawat penghantar sepanjang L yang dialiri arus listrik I ditempatkan pada daerah medan magnet B, maka kawat tersebut akan mengalami gaya Lorentz yang besarnya dapat ditentukan oleh rumus : FL = B I sin α. Dengan : FL = gaya magnetic / gaya Lorentz (N) B = kuat medan magnet (T) I = Kuat arus listrik (A) L = Panjang kawat (m). NujhiB. Artikel ini akan menjelaskan tentang rumus kuat arus, termasuk pengertian dan contoh soalnya. Listrik merupakan salah satu jenis energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya listrik, kamu akan sulit belajar saat malam hari, berbagai aktivitas menjadi sulit, dan mungkin sampai saat ini teknologi seperti handphone dan televisi belum ada. Sepenting itu listrik bagi kehidupan kita ya, guys. Nah, arus listrik juga kekuatannya bervariasi lho. Ada yang lemah dengan satuan mikroAmpere hingga yang sangat kuat sampai berkilo-kiloAmpere. Sebenarnya, apa sih kuat arus itu dan bagaimana cara perhitungannya? Di artikel kali ini, kamu akan mengetahui seperti apa rumus kuat arus dan tentu saja dimulai dengan memahami pengertiannya terlebih dahulu. Seperti biasa, di akhir juga akan disajikan mengenai contoh soal dan pembahasan, sehingga materi yang udah kamu dapatkan bisa lebih mudah dipahami dengan mengerjakan soal. Yuk, langsung aja kita masuk ke pembahasan berikut ini! Apa Itu Kuat Arus?Rumus Kuat ArusContoh Soal dan Pembahasan Kuat arus yang akan aku bahas di sini tentu saja arus listrik, bukan kuat arus sungai ya, guys. Hihihi. Ini merupakan salah satu komponen penting yang perlu kamu ketahui, khususnya dalam bidang ilmu Fisika. Perlu kamu ketahui bahwa arus listrik adalah banyaknya muatan listrik atau pergerakan elektron yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam suatu rangkaian tiap satuan waktu. Kuat arus listrik sumber gambar Arus listrik merupakan salah satu dari 7 satuan pokok yang terdapat dalam Satuan Internasional SI dengan satuannya adalah Ampere dan simbolnya I current. Umumnya, aliran arus listrik akan mengikuti arah muatan positif, jadi dari muatan positif itu menuju ke muatan negatif. Atau bisa juga disebut mengalir dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah. Nah, mungkin kamu juga udah sering dengar kalau arus listrik itu ada yang searah AC dan bolak-balik DC. Kamu bisa lihat perbedaannya berikut ini. Arus Searah AC Arus listrik AC atau Alternating Current adalah listrik yang muatannya besar dan arah arusnya mengalir dari titik berpotensial tinggi menuju titik berpotensial rendah. Meskipun namanya searah, tapi ternyata arus ini mengalir secara bolak-balik lho. Arah dan nilainya juga berubah-ubah dan membentuk suatu gelombang bernama sinusoida. Supaya lebih tergambar, kamu bisa lihat arus listrik yang diterapkan oleh PLN. Yap, arus AC ini berada di bawah naungan PLN dengan frekuensi sebesar 50 Hz dengan tegangan standarnya 1 fasa atau senilai dengan 220 Volt. Pokoknya, hampir semua penggunaan listrik di dunia ini menggunakan arus AC ini, seperti yang terdapat di rumah-rumah. Arus Bolak-balik DC Jenis yang kedua adalah arus DC atau Direct Current yaitu arus listrik yang mengalir secara searah. Tegangan listrik ini memiliki nilai dan arah yang tetap. Arus DC juga muatannya gak besar lho. Biasanya, arus ini akan disimpan dalam bentuk baterai. Kamu bisa menemukan contoh arus DC pada remot tv, jam dinding, powerbank, dan aki. Kelebihan dari arus ini adalah bisa diisi ulang, namun kekurangannya adalah hanya bisa digunakan dalam daya yang rendah. Rumus Kuat Arus Selanjutnya, kita coba menghitung kuat arus, yuk! Kamu bisa menggunakan rumus kuat arus berikut ini I = Q / t Keterangan I kuat arus listrik Ampere Q muatan listrik Coulomb t waktu sekon Selain itu, ada juga rumus lain yang menghubungkan antara kuat arus listrik dengan beda potensial. Seperti ini rumusnya I = V / R I kuat arus listrik Ampere V hambatan listrik /ohm R beda potensial listrik Volt Contoh Soal dan Pembahasan Supaya kamu makin paham dengan rumus di atas, kita coba aplikasikan rumus tersebut pada contoh soal berikut ini, yuk! Contoh Soal 1 Sebuah arus listrik melewati sebuah hambatan dalam suatu rangkaian dengan besar arus listrik adalah 4,0 A dan dalam kurun waktu 10 s. Tentukan besar muatan listriknya! Pembahasan Diketahui I = 4 A; t = 10 s Ditanya Q I = Q / t 4 = Q / 10 Q = 40 C Jadi, besar muatan listriknya adalah 40 C. Contoh Soal 2 Arus listrik 4 A mengalir melalui sebuah kawat penghantar dengan beda potensial di kedua ujungnya adalah 16 V. Tentukan hambatan pada kawat tersebut! Pembahasan Diketahui I = 4 A; V = 16 V Ditanya R Jawab I = V / R 4 = 16 / R R = 16 / 4 = 4 . Jadi, besar hambatan pada kawat tersebut adalah 4 . Itu dia penjelasan mengenai rumus kuat arus. Sekarang kamu udah paham kan kalau ternyata arus listrik itu bervariasi dan bisa diukur, bahkan jenis arus listriknya pun ada dua macam, yaitu AC dan DC. Selain itu, untuk menghitung kuat arus juga ternyata sangat mudah dengan kedua rumus di atas ya, guys. Semoga informasi di atas bermanfaat ya buat kamu. Have a nice day, guys! Anyway, nggak cuma Fisika, kalau elo juga pengen belajar mata pelajaran lainnya dengan paket komplet ditemani tutor asik, Sobat Zenius bisa berlangganan paket belajar yang udah kita sesuaikan dengan kebutuhan elo. Yuk intip paketnya dengan klik gambar di bawah ini! Download Aplikasi Zenius Tingkatin hasil belajar lewat kumpulan video materi dan ribuan contoh soal di Zenius. Maksimaln persiapanmu sekarang juga! Baca Juga Artikel Fisika Lainnya Rumus Matematika Rumus Layang layang Rumus Trapesium Lihat Juga Proses Belajar Ala Zenius di Video Ini  Sering nemu soal matematika yang sulit kamu jawab? Santai aja boy, nih kenalin ZenBot, temen 24 jam yang siap bantu kamu cari solusi dari masalah matematika! Untuk menjawab soal-soal tentang trigonometri dan soal matematika lainnya, kamu juga bisa manfaatkan fitur dari ZenBot, lho! Tanyain soal yang kamu gak bisa jawab lewat chat WhatsApp ZenBot sekarang atau download aplikasi Zenius. - Saat mempelajari ilmu kelistrikan, kita perlu mengetahui tentang arus listrik. Arus listrik merupakan aliran yang terjadi karena adanya muatan elektron pada suatu rangkaian listrik. Berdasarkan besar arusnya, listrik dibedakan menjadi dua, yaitu listrik arus kuat dan listrik arus lemah. Lalu apa itu listrik arus kuat dan listrik arus lemah? Berikut penjelasannyaListrik arus kuat Listrik arus kuat adalah suatu sistem atau rangkaian kelistrikan yang mengalirkan arus listrik yang cukup tinggi. Listrik arus kuat bertegangan menengah hingga tinggi. Instalasi listrik arus kuat biasanya berukuran sangat besar karena membutuhkan ruang untuk menampung komponen-komponen yang cukup besar. Contoh instalasi listrik arus kuat yang ada di sekitar kita antara lain transformator, generator listrik, gardu listrik, serta kabel-kabel besar yang kita temui di jalan. Baca juga Kuat Arus Listrik Pengertian, Satuan, dan RumusnyaListrik arus lemah Listrik arus lemah adalah suatu sistem atau rangkaian kelistrikan yang mengalirkan arus kecil atau lemah. Listrik arus lemah menggunakan komponen-komponen elektronika yang berukuran kecil seperti resistor, dioda, kapasitor, transistor, dan lainnya. Contoh alat dengan listrik arus lemah yaitu, televisi, radio, komputer, laptop, dan alat elektronik lainnya. Piranti listrik arus lemah biasanya menggunakan tegangan PLN 220 Volt yang masuk dalam kategori tegangan tinggi. Ini dikarenakan alat elektronik biasanya disusun dengan komponen penurun tegangan. Oleh sebab itu, tegangan keluaran pada alat elektronik akan disesuaikan. Referensi Serway, Raymond A, Jewett Jhon W 2004. Physics for Scientists and Engineers. Thomson Brooks Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Di dalam dunia kelistrikan kita mengenal yang namanya arus listrik yang biasa disebut dengan Ampere, Pada artikel kali ini saya akan membahas macam-macam arus listrik yang dikenal dengan arus kuat dan arus lemah. Lalu apa sebenarnya perbedaan antara listrik arus kuat dengan arus lemah ini? Bagi yang awam saat ditanya, Tahukah kamu apa perbedaan antara arus kuat dan arus lemah? Mungkin secara umum masih bisa membayangkan mengenai perbedaan antara kedua istilah ini, namun jika disuruh untuk menjabarkannya dengan kata-kata, rasanya agak sulit untuk dijelaskan. Perbedaan Listrik Arus Kuat Dengan Arus Lemah 1. Arus Kuat Arus kuat ialah suatu sistem atau instalasi kelistrikan yang memiliki nilai arus listrik yang cukup besar kuat. Contohnya saja seperti pembangkit listrik generator, transformator trafo, gardu-gardu listrik, panel-panel listrik, motor listrik, kabel-kabel listrik berukuran besar, instalasi listrik di rumah-rumah dan berbagai peralatan listrik arus kuat lainnya. Arus kuat yang biasa disebut dengan istilah "Elektro" ini sering dianggap sebagai suatu sistem kelistrikan yang menggunakan listrik dari tegangan menengah hingga tegangan tinggi. Arus Lemah Arus lemah adalah suatu sistem atau rangkaian yang berhubungan dengan sistem kelistrikan yang memiliki nilai arus yang kecil lemah, Contoh peralatan listrik arus lemah adalah semua yang berhubungan dengan elektronika misalnya seperti komputer ataupun laptop, remote, radio, televisi, ponsel hp, kamera dan masih banyak lagi yang lainnya. Arus lemah juga dapat dikategorikan kedalam sistem kendali control, automatisasi, seperti PLC, mesin CNC, HMI, instrumen, sensor-sensor, mikrokontroller, remote controller dan lain-lain. Arus lemah biasa disebut dengan istilah "Elektronika", arus lemah juga biasanya berhubungan dengan listrik bertegangan rendah. Pada uraian di atas adalah pengertian umum sekaligus sebagai perbedaan antara arus kuat dan arus lemah. Dan dibawah ini adalah beberapa perbedaan lainnya. Setelah mengetahui masing-masing pengertiannya, Ada pertanyaan selanjutnya yang tak kalah penting yaitu, Berapakah batasan nilai arus yang termasuk kedalam arus lemah dan arus kuat tersebut? Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa nilai arus listrik dibawah 1A ampere, dapat dikategorikan kedalam arus lemah, namun pernyataan seperti ini belum sepenuhnya dapat dibenarkan, karena terdapat beberapa peralatan listrik elektro, seperti misalnya motor listrik dengan arus listrik dibawah 1A atau sebaliknya ada juga peralatan elektronika yang menghasilkan arus listrik diatas 1A. Mungkin ada sebagian yang berpendapat bahwa arus kuat menggunakan tegangan menengah sampai tegangan tinggi, sedangkan arus lemah menggunakan tegangan rendah, pernyataan seperti ini juga tidak sepenuhnya benar. Contohnya saja listrik yang digunakan di rumah-rumah menggunakan tegangan rendah sebesar 220V, namun ini dianggap termasuk dalam kategori arus kuat, begitu juga sebaliknya beberapa perangkat elektronika ada yang menggunakan tegangan listrik sampai 750V, apakah ini masuk kategori arus lemah atau arus kuat? Selain itu ada juga pendapat lainnya yang menyatakan bahwa arus kuat menggunakan listrik AC arus bolak-balik, sedangkan untuk arus lemah menggunakan tegangan listrik DC arus searah, Lalu apakah benar demikian? Beberapa pendapat lainnya mengenai perbedaan arus kuat dan arus lemah yaitu pekerjaan di bidang arus kuat biasanya lebih berat lebih menguras tenaga, karena umumnya kabel-kabel dan peralatan yang dipakai pada listrik arus kuat berukuran besar, sedangkan pekerjaan di bidang arus lemah lebih ringan tidak terlalu banyak menguras tenaga, karena umumnya menggunakan peralatan dan kabel yang berukuran kecil. Mungkin pendapat seperti ini dapat diterima. Pada dasarnya istilah arus kuat dan arus lemah ini sebenarnya berkembang di dunia industri, oleh karena itu, istilah ini masih menjadi suatu hal yang belum dapat dipastikan, kapan istilah ini mulai digunakan, siapa yang pertama kali menemukannya dan berapa batasan arus listrik pada arus kuat dan arus lemah. Semua ini masih belum ditemukan jawaban yang pasti. Mungkin pernyataan diatas dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada kita mengenai perbedaan arus kuat dan arus lemah ini, meskipun ada juga uraian yang belum dapat dipastikan atau diterima seperti batasan nilai arus listrik sebagai perbedaan antara arus kuat dan arus lemah. Uraian di atas merupakan gambaran secara umum saja, jadi jangan ditolak mentah-mentah atau di telan bulat-bulat. Sekian untuk artikel kali ini semoga bermanfaat.